Selasa, 28 Mei 2013

Fase-Fase Antropologi

SEJARAH PERKEMBANGAN ANTROPOLOGI BUDAYA
v FASE PERTAMA ( Sebelum 1800 )
Sejak akhir abad ke-15, bangsa Eropa berlomba untuk menjelajahi suku-suka bangsa pribumi Afrika, Asia, dan Amerika. Setelah melalui proses panjang, kira-kira 4 abad lamanya, pengaruh Negara-negara Eropa Barat pun mulai menyebar di berbagai belahan dunia. Sehingga banyak terdapat kumpulan buku yang berupa himpunan besar dari bahan pengetahuan berupa diskripsi tentang keanekaragaman suku bangsa pribumi Afrika, Asia, dan Amerika baik dari adapt istiadat, susunan masyarakat, maupun bahasa dan cirri-ciri fisik. Hal itu menimbulkan ketertarikan bangsa Eropa, karena semua itu sangat berbeda dengan keadaan bangsa Eropa. Bahan pengetahuan itu disebut bahan Etnografi, yaitu diskripsi tentang bangsa-bangsa. Sejak abad 18, kalangan terpelajar Eropa Barat tertarik untukmempelajari bahan-bahan Etnografi itu. Mereka menganggap bahan Etnografi itu penuh dengan keanehan.
Dalam bangsa Eropa timbul 3 sikap yang bertentangan terhadap bangsa Asia, Afrika, Oseania dan orang-orang Indian di Amerika, yaitu :
                    i.            Beberapa orang Eropa melihat sifat buruk bangsa tersebut . bangsa Eropa menganggap mereka adalah manusia liar ( savages, primitive )
                 ii.            Beberapa orang Eropa melihat sifat baik bangsa tersebut . mereka beranggapan masyarakat bangsa tersebut adalah masyarakat yang masih murni, belum tercemar oleh keburukan-keburukan seperti halnya masyarakat Eropa saat itu.
               iii.            Beberapa orang Eropa tertarik dengan adapt istiadat bangsa-bangsa tersebut, yang mereka anggap aneh. Mereka mengumpulkan benda-benda kebudayaan bangsa tersebut, menghimpunnya dan menempatkannya di mudeum, agar bias dilihat orang banyak. Maka muncullah museum-museum pertama tentang kebudayaan bangsa-bangsa luar Eropa.
Pada awal abad 19, muncul perhatian yang sangat besar terhadap etnografi tersebut. Timbul usaha-usaha dari dunia ilmiah untuk mengintegrasikan himpunan pengetahuan Etnografi menjadi satu.
v FASE KEDUA
Pertengahan abad 19, integrasi muncul. Bahan-bahan Etnografi disusun menjadi sebuah karangan-karangan. Penyusunan bahan Etnografi tersebut bardasarkan cara berfikir evolusi masyarakat, yaitu perkembangan masyarakat dan kenudayaan sangatlah lambat. Di mulai dari tingkat terrendah melalui beberapa proses, yang akhirnya sampai di tingkat tertinggi. Masyarakat yang masih ada di tingkat rendah dari kebudayaan manusia zaman dahulu, mereka adalah salah satu contoh masyarakat primitive. Dan contoh untuk masyarakat yang ada di tingkat tinggi adalah bangsa Eropa sendiri.
Sekitar tahun 1860 muncul karangan yang mengklasifikasikan aneka kebudayaan di dunia ke dalam tingkat evolusi tertentu. Maka muncullah ilmu antropologi.
Dengan meneliti bangsa-bangsa di luar Eropa, dapat menambah pengetahuan tentang sejarah penyebaran kebudayaan manusia. Antropologi merupakan ilmu yang tidak mempunyai tujuan secara langsung bersifat praktis dan hanya dilakukan di kalangan sarjana universitas.
Tujuan antropologi pada fase kedua ini adalah akademis, yaitu mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk memperoleh pemahaman tentang tingkat-tingkat sejarah penyebaran kebudayaan manusia.
v FASE KETIGA
Dalam fase ketiga ini, olmu antropologi menjadi ilmu yang praktis, yang bertujuan mampalajari masyarakat fan kebudayaan suku-suku bangsa di luar Eropa guna kepentingan pemerintah kolonial dan guna mendapat pengertian tentang masyarakat masa kini yang kompleks. Berikut panjalasannya :
Awal abad 20, negara-negara penjajah di Eropa berhasil memantapkan kekuasaannya di daerah-daerah jajahannya di luar Eropa. Dalam hak ini, ilmu antropologi sangat penting karena menyangkut juga tentang pentingnya dalam mempelajari kebudayaan bangsa-bangsa di luar Eropa, yang masih mempunyai masyarakat yang belum kompleks. Ilmu antropologi nerkembang di negara-negara pemjajah, terutama Inggris. Bahkan berkembang juga di negara Amerika Serikat, yang bukan merupakan negara kolonial.
v FASE KEEMPAT
Ilma Antropologi mengalami perkembangan yang sangat pesat, diantaranya pengetahuan yang jauh lebih teliti fan metode-metode ilmiahnya yang semakin tajam. Perkembangan ini menyebabkan :
1.      Timbulnya antipati kolonialisme serelah Perang Dunia 2.
2.      sekitar tahun 1930 bangsa primitive mulai hilang dan benar-benar hilang setelah Perang Dunia 2.
Lapangan penelitian ilmu Antropologi berhasil berkembang dengan tujuan dan pokok yang baru, dengan berlandaskan bahan etnologi dan metode ilmiah yang lalu. Pokok tujuan yang baru itu ditinjau dan diteliti di dalam suatu simposium oleh 60 tokoh ahli antropologi dari negara-negara di Amerika dan Eropa pada tahun 1951 . penekitian tifak hanya tertuju pada penduduk pedesaan di luar Eripa, tetapi juga suku bangsa pedesaan di Eropa, seperti bangsa Irlandis, Flam, Soami, dll. Ilmu Antropologi ada 2 tujuan, yaitu :
1.      Tujuan akademis : mempelajari pengertian manusia beserta bentuk fisik, masyarakat dan kebudayaannya.
2.      Tujuan praktis : mempelajari manusia dalam berbagai masyarakat suku bangsa guna membangun masyarakat suku bangsa tersebut.
ANTROPOLOGI MASA KINI
Di Amerika Serikat, ilmu Antropologi telah mengintegrasikan semua bahan dan metode dari ilmu antropologi dalam fase pertama hingga ketiga, ditambah spesialisasi-spesilisasi yang dikembangkan untuk mencapai pengertian dasar dari berbagai bentuk masyarakat dan budaya manusia saat ini. Fase keempat dari ilmu Antropologi telah dikembangkan juga di berbagai universitas di Amerika.
            Di Inggris dan Australia, sifat ilmu Antropologi berubah, karena sebagai dampak dari hilangnya daerah-daerah jajahan Inggris. Sarjana antropologi bangsa Australia mempelajari suku bangsa asli di Papua Nugini dan Kepulauan Melanesia untuk keperluan pemerintah jajahannya. Metode-metode antropologi yang telah berkembang di Amerika juga ikut berkembang di Inggris, terbukti dengan penelitian sarjana antropologi Inggris mengenai dasar masyarakat dan kebudayaan manusia di daerah jajahan yang sudah merdeka.
            Di Eropa Tengah sifat antropologi fase yang kedua masih dilakukan. Yaitu yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman tentang tingkat-tingkat sejarah penyebaran kebudayaan manusia. Di Eropa Utara ilmu antropologi bersifat akademikal, yaitu mempelajari manusia, bentuk fisik serta kebudayaannya. Di Uni Soviet ilmu antropologi tidak terlalu dikenal karena Uni Soviet seakan-akan mengisolasi diridari dunia lain pada tahun 1960.
 
Sumber : http://aryaniwidhiastuti.blogspot.com/2012/12/sejarah-perkembangan-antropologi-semest.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar